Ujang: KLHS Penting untuk Mendesain Kaltim 20 Tahun Kedepan

img

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad membuka   Konsultasi Publik 1 Penyusunan Kajian Lingkungan  Hidup Strategis (KLHS)  Rencana Pembangunan Jangka  Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kaltim 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Wakil Gubernur  Provinsi Kaltim  diwakili Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad membuka   Konsultasi Publik 1 Penyusunan Kajian Lingkungan  Hidup Strategis (KLHS)  Rencana Pembangunan Jangka  Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kaltim tahun 2025-2045,  yang dilaksanakan  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim secara offline  dan online  di Ballroom Hotel Mercure Samarimda, Kamis (30/3/2023).

Ujang Rachmad mengatakan, atas nama Pemprov Kaltim,  meyambut baik dan memberikan  apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, yang  melaksanakan   acara Konsultasi Publik I Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025-2045.

“Konsultasi Publik 1 Penyusunan KLHS RPJPD Provinsi Kaltim tahun 2025-2045, dalam konteks KLHS menjadi sangat penting,  karena kalau berbicara  didalam perencanaan, kita ada didalam fase akhir dan  memasuki fase awal, dan selama ini kita sudah cukup dipressure dengan penyusunan RPD, dan dasarnya nanti  kita juga akan  menyusun RPJPD 2025-2045, artinya kita berbica  mendesain Kaltim untuk 20 tahun yang akan datang,” kata Ujang Rachmad. 

Sebuah desain rencana, lanjut Ujang Rachmad RKP (rencana kerja dan program) juga harus dipikirkan, apa yang boleh dan apa yang  tidak boleh, dan sisinilah KLHS berperan.

“Melalui konsultasi publik pertama ini, diharapkan akan dapat diperoleh berbagai masukan dan meningkatnya pemahaman, pengetahuan dan keterampilan peserta tentang proses perencanaan jangka panjang, tentang pelaksanaan KLHS RPJPD.

 “Terutama dalam analisis capaian indikator tujuan pembangunan berkelanjutan, analisis daya dukung daya tampung lingkungan hidup, dan perumusan alternatif mitigasi perbaikan kebijakan, rencana, program,  dokumen perencanan daerah, termasuk aksi mitigasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim di sektor hutan dan lahan di Kaltim pada umumnya,” tandasnya.

Ujang  Rachmad  juga mengharapkan  KLHS dapat menjadi pedoman dan tindak lanjut ke depan dalam mendukung kebijakan program yang dilaksanakan tingkat Pusat maupun di Provinsi Kaltim, dan di Kabupaten/Kota. Khususnya kehadiran Ibu Kita negara (IKN)  Nusantara.  Maupun dalam optimalisasi analisis isu strategis daerah, analisis capaian indikator TPB, analisis daya dukung daya tampung lingkungan hidup, alternatif dan skenario capaian TPB berbasis muatan KRP.

Ketua penyelenggara Konsultasi Publik 1 Penyusunan KLHS RPJPD Provinsi Kaltim yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim Ence Achmad Rafiddin Riza mengatakan berdasarkan  peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017  dan Perpres 111 tahun 2022 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembagunan berkelanjutan, yang merupakan bentuk komitmen dari pemerintah yang selaras dengan RPJPD,  maka dokumen pemerintah daerah yang diperlukan. Dukungan  tersebut akan  dimuat  dalam dokumen perencanaan daerah, salah satunya  RPJPD   untuk periode 20 tahun kedepan.

 

“Dalam rangka penyusunan KLHS RPJPD Provinsi Kaltim  telah dibentuk tim penyusunan KLHS RPJPD   Provinsi Kaltim melalui surat Gubernur Nomor 660.2/K.30/2023 tanggal 11 Januari 2023, yang anggota-anggotanya berasal dari instansi vertikal perangkat daerah Provinsi Kaltim,  akademisi dengan  dibantu dengan pakar dan tenaga ahli KLHS,”tandasnya.

Rafiddin Riza  juga  menyampaiikan  pada tanggal 14 Maret 2023 telah dilaksanakan rapat Identifikasi dan pengumpulan awal data TPB,  dengan target 17 TPB,  di mana terdapat 111 isu panjang,  yang kemudian dipadatkan dan dilakukan penapisan menjadi 8 isu TPB . 

“Yang   pada  hasil akhir  akan ditentukan dalam  konsultasi publik ini,  dimana akan menjadi isu  strategis sebagai bahan pengkajian  pembangunan berkelanjutan dalam proses analisa data  KLHS RPJPD  yang   berkelanjutan,” kata Rafiddin  Riza (mar)